Senin, 05 Maret 2018

Resep Awet Tanpa Pengawet

Awet muda.., luar biasa.., siapa sangka umur bapak segitu, kalimat itu terucap dari mereka yang baru mengenal ku.

Siapapun bisa mendapat pujian dan ucapan demikian jika orang itu mengikuti tips sederhana ini ; Saat kenalan baru menanyakan usia, maka jawablah dengan menambahkan 20 tahun lebih tua dari usia kita sebenarnya, kalau umur 50 katakan saja umur kita sudah 70 tahun.

Selamat mencoba dan temukan keajaiban dari langkah ini, dijamin anda akan senang dn banyak berhaha hihi sndiri.


Minggu, 04 Maret 2018

Saat Persija Juara

Sejarah perebutan kekuasaan menunjukkan bahwa lawan tangguh penguasa muncul dari ketidak sengajaan, dan yang menarik 80 % kemenangan itu pada pihak penantang, bukan yang sedang berkuasa.

Ketidak sengajaan itu sudah terjadi, hanya sekarang bergantung pada kejelian dan kearifan elite Parpol oposisi dalam membaca dan menganalisa isyarat alam.

Pengamat Pertandingan Final Piala Presiden.

Cerita Dibalik Berita

Menjadi pemberitaan adalah upaya mencari panggung, utk eksistensi dan memelihara dukungan. Maka bukan suatu kesengajaan, jika dua orang berseberangan memiliki cara yang sama dalam memasarkan dirinya agar tetap eksis.

Misalnya yang 1 mengambil judul ; Ingin Pulang, tapi kenyataan enggak pulang2. Sementara pihak diseberang sesuai karakter lebih suka kalau judulnya lebih bombamtis ; Gugat Cerai, walau sepertinya tidak cerai2 dan terakhir PK. Yang satu di Saudi, pihak diseberangnya sedang di Bui.

kesamaan cara itu dapat dipahami jika melihat pendukung keduanya, walau berbeda latar belakang tetapi memiliki karakter yg sama, sama2 fanatik buta. Mungkin tanpa atau justru mereka sadari, bhw satu sama lain saling bergantung dan saling menguatkan, eksistensi keduanya dimata para pendukung tetap terpelihara dengan baik jika lawan masih eksis.

sebagai awam walau tau ini bukan sandiwara, tapi situasi yang ditimbulkannya seperti Opera Sabun dibalut gaya Bollywood.

Pengamat Lagu Benci Tapi Rindu.

Selasa, 26 Februari 2013

Kebun Larangan ( 1 )

Tersesat di tanah bertuan lelaki tua itu
Ingin dia berkuasa atas kebun terlarang
Pada hal pohon tidak rimbun dan semak belukarnya pun mengering
Tapi aroma masa lalu adalah ekstasi membius sukma
Membuka ikat demit segala syaitan dalam diri
Atau barangkali juga karena sombong bertuah balik
Masuk dalam lipatan lidah perantara ludah
Mabuk berdua dalam cengkeram rindu tak berujung
Panglima segala ilmu tertekuk dalam gelegak nafsu durjana
Kitab dunia di kepala seperti hilang berbekas
Asam garam dalam darah tidak lah berfaedah
Sekarang kau seperti ucap mu pak tua
Mata rabun ayam telinga bersumbat nanah








Jumat, 08 Januari 2010

Sarjana Kebo

Untuk menyekolahkan anak sampai setingkat sarjana, kami dikampung punya hitungan antara 20 sampai 30 ekor kerbau yang akan habis terjual. Jadi harap maklum, jika masyarakat kampung kami segan dan seperti hilang kepercayaan dirinya jika bertemu seorang sarjana. Dalam bayangannya dia berhadapan dengan orang yang telah membantai 30 ekor kerbau.

Mereka mengerti kenapa sering terjadi perkelahian antara mahasiswa, mereka pun paham kenapa kebanyakan mahasiswa otaknya hanya seperti alat perekam, " maklum pengaruh kerbau.., hanya itu yang mereka ucapkan, tiap kali mendengar atau melihat pemberitaan yang menyangkut mahasiswa. Sempat juga terdengar ucapan lain ; " atau bisa juga pengaruh dari sesuatu yang lain.., sesuatu yang bukan menjadi hak nya namun ikut juga terbantai..dan yang seperti ini jauh lebih liar dan berbahaya..".

Ternyata selain punya hitungan, mereka pun memiliki kearifan dalam memandang fenomena sosial yang sedang terjadi.

Rabu, 06 Januari 2010

Terbunuhnya Bayangan Soekarno,.... (1)

Ku cari sosok Soekarno, Hatta, Natsir, Agus Salim, Roem dan tokoh nasional lainnya, ku intip setiap jendela partai politik yang ada di negeri ini, tidak ku lihat bayangan mereka. Timbul tanya di hati; ada apa ini ? negara demokrasi yang pada awalnya begitu banyak politikus tapi sekarang tak satu pun, lantas untuk apa mereka membuat dan mengesahkan begitu banyak Parpol.

Mungkin kacamata ini yang salah, apa yang ku lihat dari mereka yang aktif menjadi pengurus atau yang mewakili parpol di parlemen, adalah avonturir, karyawan dan calo politik. Sibuk mengatur posisi untuk kepentingan diri, kelompok atau mensukseskan orang yang membayar karena ada kepentingan politik, itulah yang ada dipikiran mereka.

Seperti masyarakat pada umum nya, sebagian besar dari mereka itu tadi merasa bahwa mereka adalah politikus, dan dalam pemahamannya apa yang mereka lakukan adalah dalam peran nya sebagai politikus. Padahal, apa yang ku ketahui tentang politikus itu beda, ada idealisme yang begitu kuat, dan mereka bersedia mati untuk itu. Tidak siapapun dapat mendikte dan membeli nya, apa yang disetujui atau disepakati adalah didasarkan pada pemahaman atau merupakan pilihan terbaik dari suatu kondisi, bukan atas dasar tawar menawar yang bersifat menguntungkan pribadinya.

Tidak akan ada Republik ini kalau lah para politikus waktu itu dapat dibeli, sejarah membuktikan bahwa mereka lebih memilih penjara dari pada mencederai keyakinannya. Mereka adalah orang yang kritis, cerdas, dan memiliki kepekaan yang tinggi terhadap berbagai persoalan masyarakatnya, memiliki keyakinan dan konsep yang jelas, dan berani mengambil resiko.

Aku sempat bertanya; kemanakah orang-orang seperti itu saat ini ? Jawabnya; "Mereka terbunuh..", mungkin semua bertanya ; "kenapa tersbunuh ? " Karena Sisi lain dari Demokrasi yang seperti saat ini berlaku adalah Kapitalisme..

Jumat, 01 Januari 2010

Cerita Lama Berakhir

Berawal dari facebook baru ku.., kau datang secara tiba2.., demikian sepenggal syair dari Arman, vocalis gigi band. Itu pula yang terjadi pada diri, kenangan lama tentu lah yang keluar saat kami bercerita.

Akhir pertemuan disodorkannya satu lembar kertas, yang tampak sudah menguning dimakan usia.., nanar mata memandang..oh ada rasa sesal dan malu dihati ini.., karena telah lalai. Tidak membuang waktu, sederet angka yang tertera dikertas usang itu ku bayar tunai.

Kreditur terbaik kala muda pun tersenyum..., sambil menutup pintu, aku pun bersenandung.." hanya itu..hanya itu yang bisa ku berikan.., selain kata maaf tentunya.